Raegitazoro Hadirkan LUMEN: From Her Shadow to My Light di BRI JF3 Fashion Festival 2026

RAEGITAZORO kembali menghadirkan eksplorasi tailoring bergaya arsitektural melalui koleksi terbarunya bertajuk "LUMEN: From Her Shadow to My Light" yang dipresentasikan di BRI JF3 Fashion Festival 2026. Melalui 30 looks, koleksi ini mengangkat tema memori, arsitektur, dan transformasi yang diterjemahkan ke dalam busana wanita kontemporer.

Identitas dalam Setiap Rancangan

Koleksi LUMEN melanjutkan eksplorasi berkelanjutan RAEGITAZORO terhadap tailoring yang terinspirasi dari arsitektur serta konstruksi yang presisi. Alih-alih memandang busana sebagai elemen dekoratif, setiap rancangan diciptakan melalui proses yang menyerupai pendekatan arsitektur, di mana siluet, proporsi, dan konstruksi menjadi bahasa utama dalam berekspresi. Tailoring yang bersifat sculptural, dekonstruksi yang terkontrol, serta permainan volume yang dirancang dengan cermat membangun identitas visual yang mengedepankan kesederhanaan dibandingkan kemewahan yang berlebihan.

Foto: Model Mengenakan Koleksi "LUMEN: From Her Shadow to My Light" di BRI JF3 Fashion Festival 2026

Secara visual, palet warna monokrom yang minimalis diperkaya dengan aksen hijau neon yang hadir secara subtil, menjadi simbol cahaya yang menandai transisi, pembaruan, dan lahirnya perspektif baru bagi pemakainya.

Dari Kehilangan Menuju Keberlanjutan

Pada musim ini, koleksi LUMEN berkembang melampaui narasi awalnya. Jika sebelumnya koleksi ini berbicara tentang kehilangan, kini fokusnya beralih pada keberlanjutan, yaitu bagaimana orang-orang yang membentuk kehidupan kita tetap memberikan pengaruh meskipun kehadiran mereka tidak lagi terlihat secara fisik. Pengaruh yang senyap tersebut terus membentuk karakter, kreativitas, serta arah hidup yang kita pilih, dan menjadi fondasi utama dari keseluruhan koleksi.

Foto: Model Mengenakan Koleksi "LUMEN: From Her Shadow to My Light" di BRI JF3 Fashion Festival 2026

Transformasi ini diwujudkan melalui perkembangan siluet yang bertahap, di mana volume yang lebih longgar perlahan berubah menjadi bentuk arsitektural yang lebih tegas, menciptakan dialog antara kelembutan dan struktur, kerentanan dan kepercayaan diri. Koleksi ini terinspirasi oleh pengaruh mendalam dari mendiang ibu Raegita Oktora. Melalui LUMEN, ia mengubah kisah personalnya menjadi refleksi bersama mengenai ketangguhan, warisan, dan harapan.

"LUMEN berawal dari seseorang yang saya cintai, namun seiring waktu koleksi ini berkembang menjadi refleksi tentang apa yang kita pilih untuk terus kita bawa dalam hidup. Alih-alih sekadar mempertahankan masa lalu, saya ingin setiap busana merepresentasikan kekuatan yang tenang, ketangguhan, dan harapan yang terus membentuk diri kita," ujar Raegita Oktora, Founder dan Creative Director RAEGITAZORO.

Presisi di Atas Kemewahan

Foto: Model Mengenakan Koleksi "LUMEN: From Her Shadow to My Light" di BRI JF3 Fashion Festival 2026

Lebih dari sekadar presentasi runway, LUMEN mencerminkan filosofi desain yang terus berkembang, yaitu filosofi yang mengutamakan presisi dibandingkan kemewahan yang berlebihan, kesederhanaan dibandingkan spektakel, serta keberlanjutan dibandingkan sekadar mengikuti musim. Koleksi ini mengajak kita untuk memahami bahwa transformasi jarang terjadi secara dramatis. Sebaliknya, perubahan sering kali berlangsung secara perlahan melalui apa yang kita pilih untuk pertahankan, apa yang terus kita bangun, dan cahaya yang kita teruskan kepada generasi berikutnya.

Filosofi ini juga terlihat dari cara koleksi ini lahir, yaitu dari eksplorasi tentang bagaimana pengalaman pribadi dapat diterjemahkan ke dalam bentuk. Melalui pendekatan tersebut, setiap busana dirancang untuk merepresentasikan ketangguhan, kejernihan, dan kekuatan yang hadir secara tenang. Pendekatan ini pada akhirnya membawa LUMEN merefleksikan warisan yang tak kasat mata, yaitu apa yang kita terima dari orang-orang yang telah membentuk perjalanan hidup kita.