Seni dan Mode Bertemu di BRI JF3 2026, CONSTELLER D.L, OHGYO, dan Studio di Perla
BRI JF3 Fashion Festival 2026 kembali menjadi panggung penting bagi kolaborasi internasional di dunia mode. Tahun ini, giliran K-Fashion Wave, panggung perancang mode asal Korea Selatan yang menghadirkan parade show megah dengan tiga desainer pilihan. Ada yang datang membawa satu ekosistem budaya lengkap, ada yang datang membawa dirinya sendiri sebagai karya, dan ada yang datang hanya membawa satu pertanyaan filosofis yang sengaja dibiarkan terbuka.
CONSTELLER D.L Bawa Art Fashion Korea ke BRI JF3 2026
Di tengah berbagai brand global dari Prancis, Indonesia, dan Korea yang turut berpartisipasi dalam BRI JF3 kali ini, CONSTELLER D.L memilih jalan yang cukup ambisius, memperkenalkan artistry serta fashion Korea ke panggung dunia lewat M8 Showroom milik MCC Global. Filosofi mereka, "Fashion is a Canvas", bukan sekadar slogan. Di atas runway, seni, fashion, dan pertunjukan akan dipresentasikan sekaligus dalam satu art fashion show, sementara di pop-up exhibition, pengunjung diberi ruang untuk merasakan langsung filosofi kreatif brand ini beserta koleksinya.
Foto: Model Mengenakan Koleksi CONSTELLER D.L "Wear Art. Create Your Own Style" di BRI JF3 Fashion Festival 2026
Bagi CONSTELLER D.L, fashion, seni, exhibition, pertunjukan, dan media bukan elemen yang berdiri sendiri-sendiri, melainkan satu platform budaya yang dibangun bersamaan. Lewat BRI JF3, mereka berencana memperkenalkan visi artistiknya kepada buyer dan konsumen global, sekaligus memperluas jaringan internasional, sebuah langkah yang mereka harap bisa mempromosikan kreativitas dan konten budaya art fashion Korea ke dunia, dan pada akhirnya berkembang menjadi brand budaya global.
OHGYO Hadirkan JULYSEVEN, Debut Panggungnya di Indonesia
Jika CONSTELLER D.L berbicara lewat skala, OHGYO justru hadir melalui kedalaman personal. Brand asal Korea yang didirikan pelukis dan desainer Oh Hye-young ini membawa JULYSEVEN sebagai proyek artwear yang berangkat dari seni, bukan tren musiman.
JULYSEVEN terinspirasi dari lima lukisan dalam pameran tunggal “Human Connection”, yang mengeksplorasi cinta, kehilangan, perpisahan, dan kerinduan. Melalui fashion, emosi tersebut diterjemahkan menjadi bentuk tiga dimensi busana sebagai pahatan yang bergerak, membawa memori dan pengalaman manusia.
Foto: Model Mengenakan Koleksi OHGYO "JULYSEVEN" di BRI JF3 Fashion Festival 2026
Nama JULYSEVEN merujuk pada legenda Cowherd dan Weaver Girl, sementara OHGYO bermakna “gagak” dan “jembatan” dalam bahasa Korea. Filosofi ini merepresentasikan jembatan yang menghubungkan manusia, cinta, memori, seni, dan penyembuhan.
Di runway, JULYSEVEN hadir melalui 20 looks yang terdiri dari 8 menswear dan 12 womenswear. Siluet sculptural dan gender-fluid dipadukan dengan konstruksi tiga dimensi, pattern cutting terstruktur, asimetri, draping, dan permainan volume. Pertunjukan turut memadukan busana, gerak, musik, pencahayaan, video, dan ruang sebagai satu pengalaman artistik.
“Melalui koleksi ini, kami berharap audiens bisa mendapatkan pengalaman yang membawa mereka merefleksikan kembali koneksi mereka dengan diri sendiri, dengan orang lain, dan dengan dunia,” ujar MOOA, Artistic Director OHGYO.
Studio di Perla, Satu Kata yang Membongkar Segalanya
Foto: Model Mengenakan Koleksi Studio di Perla "APORIA" di BRI JF3 Fashion Festival 2026
Berbeda dari dua nama sebelumnya, Studio di Perla tidak butuh banyak kalimat untuk memperkenalkan diri. Label fashion kontemporer ini memperkenalkan koleksi terbarunya lewat satu judul saja, "APORIA", sebuah kata yang sengaja dipilih karena maknanya sendiri sudah menyimpan gagasan besar di baliknya.
Aporia merujuk pada momen ketika nilai dan konvensi yang ada tidak lagi bisa memberikan jawaban yang absolut. Dengan mempertanyakan struktur-struktur yang selama ini dianggap familiar, aporia justru membuka jalan bagi berbagai kemungkinan baru. Lewat koleksi ini, Studio di Perla mengeksplorasi pembongkaran batas-batas yang dibentuk oleh gender, kelas, ras, dan otoritas budaya, sekaligus menyoroti perjalanan individu di tengah semua batas tersebut.