Harry Hasibuan adalah seorang desainer fesyen di balik Haze Be Wear, sebuah brand yang berakar pada konsep silent luxury dan perpaduan budaya, di mana sensibilitas tradisional bertemu dengan sentuhan modern yang refined. Setiap karyanya dirancang agar terasa understated namun tetap memancarkan kemewahan yang khas, dengan identitas yang misterius, lembut, dan penuh pertimbangan detail.
Pengalaman berkesan di JF3 Fashion Festival 2025 membawa Haze Be Wear kembali ke panggung BRI JF3 Fashion Festival 2026. Pada tahun ini, Haze Be Wear akan menampilkan 24 look bertema “Silent Luxury”, berakar pada esensi Silent Luxury, koleksi ini mewujudkan identitas khas Haze Be Wear yang misterius, lembut, dan effortlessly refined. Atmosfer smoky dan dreamlike diterjemahkan ke dalam siluet fluid, tekstur yang kaya, dan detail yang thoughtful, menghadirkan kemewahan melalui kehalusan bukan berlebihan. Pengaruh tradisional dipadukan dengan desain kontemporer, menciptakan dialog antara warisan budaya dan modernitas. Melalui keanggunan yang understated dan craftsmanship yang teliti, koleksi ini menghadirkan pernyataan yang tenang namun powerful, di mana sofistikasi dirasakan bukan diumumkan.
Haze Be Wear akan menampilkan koleksinya dalam parade show “HERITAGE URBAN RECONSTRUCT” Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia bersama 2 rekannya pada Jumat, 24 Juli 2026 pukul 14:30 di JF3 Fashion Tent, Summarecon Mall Kelapa Gading.
More Info
IG : www.instagram.com/haze_be_wear