B-Fashion x M8 Showroom 2026: Melihat Lebih Dekat Karya LAKON Indonesia, SOFIE, dan Adrie Basuki
Di atas runway, sebuah koleksi hanya memiliki beberapa detik untuk menarik perhatian. Di showroom, cerita yang berbeda dapat muncul melalui tekstur kain, konstruksi busana, dan detail pengerjaan yang bisa diamati dari dekat. Perspektif inilah yang menjadi fokus kehadiran LAKON Indonesia, SOFIE, dan Adrie Basuki melalui JF3 di B-Fashion x M8 Showroom 2026, yang berlangsung pada 24–26 Oktober di About Project Lounge, Lotte World Tower, Seoul.
Ketiga label membawa pendekatan kreatif yang berbeda, memperlihatkan bagaimana desain Indonesia dapat berkembang melalui keterampilan tradisional, eksplorasi material, dan interpretasi kontemporer.
Bagi sebuah brand, format showroom juga menghadirkan tantangan tersendiri. Karya tidak hanya dilihat sebagai bagian dari pertunjukan, tetapi sebagai produk yang dapat diamati lebih dekat, mulai dari kualitas pengerjaan hingga pilihan material dan detail desain.
LAKON Indonesia: Craftsmanship dalam Detail

Foto: Thresia Mareta (Founder LAKON Indonesia) mengenalkan koleksi yang dibawakan kepada Buyer pada B-Fashion x M8 Showroom 2026, Lotte World Tower, Seoul.
Bagi LAKON Indonesia, keterampilan para perajin menjadi bagian penting dari karakter desain.
Melalui HARSA, LAKON mengeksplorasi batik dan bordir tangan bersama material seperti cotton poplin, cotton voile, duchess satin, dan sheer organza. Perpaduan tersebut menghadirkan kontras antara tekstur, transparansi, dan struktur busana.
Dalam format showroom, detail pengerjaan seperti ini menjadi menarik untuk diperhatikan. Nilai sebuah koleksi tidak hanya muncul melalui siluet keseluruhan, tetapi juga dari bagaimana material dipilih, disusun, dan dikerjakan.
HARSA memperlihatkan bahwa craftsmanship dapat berkembang bersama pendekatan desain kontemporer. Teknik tradisional tidak harus hadir sebagai ornamen yang berdiri sendiri, melainkan dapat menjadi bagian dari konstruksi dan karakter sebuah produk fashion.
Adrie Basuki: Memberi Kehidupan Baru pada Material

Foto: Buyer mencoba Koleksi Adrie Basuki ‘Jantung Nadi’ pada B-Fashion x M8 Showroom 2026, Lotte World Tower, Seoul.
Salah satu perspektif menarik datang dari Adrie Basuki melalui koleksi Jantung Nadi, yang sebelumnya diperkenalkan di BRI JF3 Fashion Festival 2026.
Koleksi ini berangkat dari pendekatan circular fashion, dengan memanfaatkan sisa material tekstil dan mengeksplorasi batik bersama Batik Sadabhumi.
Alih-alih memperlakukan material sisa sebagai sesuatu yang tidak lagi bernilai, Adrie menjadikannya titik awal penciptaan desain. Pengolahan ulang tekstil menghasilkan karakter permukaan dan tekstur yang memperlihatkan bagaimana keterbatasan material dapat mendorong eksperimen kreatif.
Pendekatan tersebut juga membuka percakapan mengenai hubungan antara desain dan penggunaan sumber daya. Dalam industri fashion yang terus menghadapi tantangan produksi dan limbah tekstil, kemampuan mengembangkan material yang telah tersedia menjadi salah satu bidang eksplorasi yang relevan.
Melalui Jantung Nadi, Adrie memperlihatkan bahwa circular fashion dapat diterjemahkan melalui keputusan desain yang konkret, bukan sekadar pernyataan tentang keberlanjutan.
SOFIE: Mengeksplorasi Pertemuan Tradisi dan Modernitas

Foto: Buyer Melihat Booth SOFIE ‘INTERSECT’ pada B-Fashion x M8 Showroom 2026, Lotte World Tower, Seoul.
Sementara itu, SOFIE membawa pendekatan yang mempertemukan referensi tradisional dengan interpretasi desain modern.
Karakter koleksinya dibangun melalui eksplorasi bentuk, komposisi, dan styling, memperlihatkan bagaimana elemen yang berbeda dapat dikembangkan menjadi satu bahasa desain.
Bagi SOFIE, pertemuan tersebut memberikan ruang untuk menafsirkan kembali tradisi dalam konteks berpakaian masa kini.
Dalam presentasi showroom, pendekatan semacam ini dapat dibaca melalui detail yang membentuk keseluruhan koleksi, dari pilihan siluet hingga hubungan antara material dan konstruksi.
Ketika Detail Menjadi Bagian dari Cerita Fashion

Foto: Booth JF3 di B-Fashion x M8 Showroom
Kehadiran ketiga label di B-Fashion x M8 Showroom memperlihatkan spektrum pendekatan desain Indonesia yang berbeda.
Adrie Basuki mengeksplorasi kemungkinan baru dari material yang telah ada. LAKON Indonesia mengembangkan craftsmanship melalui keterampilan para perajin. Sementara SOFIE mempertemukan referensi tradisional dengan pendekatan kontemporer.
Ketiganya menunjukkan bahwa kualitas sebuah koleksi dapat dibaca melalui berbagai aspek: bagaimana material digunakan, bagaimana busana dibangun, dan bagaimana sebuah gagasan diterjemahkan menjadi produk.
Dalam konteks showroom, aspek-aspek tersebut memperoleh ruang untuk diamati lebih dekat.
Karena pada akhirnya, sebuah koleksi tidak hanya dinilai dari kesan pertama yang ditinggalkannya, tetapi juga dari kualitas yang ditemukan ketika seseorang melihatnya lebih saksama.
Baca juga kilas balik JF3 di Hi Seoul Showroom 2025
https://jf3.co.id/articles/jf3-bawa-fashion-indonesia-tembus-seoul-premium-showroom-